Senin, 23 April 2018

KHILAFAH




Harum Perjuangan Kaum Muslimin

Oleh : Henti Widasari


Turki adalah Negara yang mempunyai sejarah panjang dalam peradaban islam, disamping beberapa kota bersejarah lain seperti Mekkah, Madinah, Cordova dan lain sebagainya, nampaknya  semakin diminati menjadi destinasi wisata muslim Indonesia, siapa sangka Istanbul yang dulu bernama Konstatinopel  berubah pesat sejak menjadi Negara sekuler ekstrim pada 1924, mendeklarasikan diri sebagai Negara yang memisahkan agama dengan pemerintahan dan mengusir Khalifah Abdul Majid II yang memimpin kesultanan Utsmani untuk hengkang dari kekuasaannya dan digantikan oleh presiden pertama Turki bernama Musthafa Kemal Pasha .
Jika kita telaah kebelakang mengenai perjuangan kaum muslimin dalam membebaskan bumi yang dijanjikan Allah akan ditaklukan kaum muslimin itu semakin menggeramkan hati, menyayat qolbu hingga membakar nurani. Pemuda berparas tegap, garis wajah yang kharismatik dengan usia kala itu 21 tahun berhasil menaklukan ibu kota Byzantium yang terkenal dengan kehebatan tembok pengurung kota tersebut, meskipun pernah ditembus oleh pasukan Romawi Barat dan kemudian menjarah kekayaan Romawi Timur (Byzantium) nyatanya kejadian itu hanya sekali, lama tak terdengar kabar hingga pada bulan Mei dengan cuaca dingin tahun 1453 Masehi atas izin Allah Konstantinopel takluk ditangan kaum muslimin.
Bukanlah duniawi yang dikejar oleh Muhammad Al Fatih, namun perwujudan bisyarah Rasulullah yang ia kejar, sebagai sebaik-baik pemimpin dan pasukan, berikut adalah kutipan haditsnya :
“Konstantinopel pasti akan ditaklukan (jatuh ke tangan kaum Muslimin) pemimpin terbaik adalah pemimpin yang menaklukan kota itu dan pasukan terbaik adalah pasukan (yang berada di bawah komando)-nya” (HR. Ahmad)
Penaklukan Konstantinopel bukanlah hal yang mudah diwujudkan, usaha pertama kali dilakukan saat kepemimpinan Khalifah Utsman Bin Affan dengan mengirim Muawiyah bin Abu Sufyan ra bersama pasukan yang sangat besar namun gagal. Lalu sejak masa Khilafah Bani Umayah hingga Khilafah Turki Usmani telah melakukan penyerangan terhadap Kosntantinopel sebanyak 29 kali. Upaya keras yang dilakukan selama 825 tahun barulah Konstantinopel dapat ditaklukan tepatnya pada Pukul 3 pagi hari Selasa, 20 Jumadil Awal 857 H/ 29 Mei 1453 M dibawah pimpinan panglima terbaik, Sultan Muhammad Al Fatih, Khalifah Turki ke-7 dengan usia 21 tahun.
                Sultan Muhammad Al Fatih telah mencontohkan bagaimana sulitnya dalam perjuangan dan bahagianya dalam kedekatan bersama Allah, sungguh apapun yang Allah katakan sebagai janji pastilah terwujud meskipun mungkin bukan saat kita hidup sekarang, peran kita adalah bagaimana caranya melahirkan generasi-generasi yang mencintai dan takut kepada Rabb-Nya yaitu Allah ta’alla karena dengan menanamkan sikap begitu maka tugas menginstal pemahaman islami menjadi PR besar bagi keluarga kaum muslimin.

Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata :
Ketika kami sedang menulis di sekitar Rasulullah saw, beliau bertanya “Dua kota ini, manakah yang ditaklukan lebih dulu; Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab “ Kota Heraklius (Konstantinopel) dibuka lebih dulu” (HR. Ahmad dan ad-Darimi)
                Wahai Kaum Muslimin, Konstantinopel telah takluk ditangan pemimpin dan pasukan terbaik berabad-abad yang lalu, lantas apakah persiapan yang akan dilakoni untuk penaklukan serta perwujudan bisyarah Rasulullah dengan kota kedua? Derap langkah kaki kuda, deru mesin mesin pembantu perang, lantunan talbiah dan asma Allah, doa-doa pasukan yang melangit, serta pekikan takbir menggema diseantero dunia, sudah mempersiapkan apa untuk masa depan agama Allah? Ketahuilah bahwa, bukan Allah yang membutuhkan kita tapi kita yang sangat bergantung kepada Allah.
Bangkit! Roma menanti untuk dikumandangkan adzan sebagaimana Kota Heraklius.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar