Harum Perjuangan Kaum
Muslimin
Oleh : Henti Widasari
Turki adalah
Negara yang mempunyai sejarah panjang dalam peradaban islam, disamping beberapa
kota bersejarah lain seperti Mekkah, Madinah, Cordova dan lain sebagainya,
nampaknya semakin diminati menjadi
destinasi wisata muslim Indonesia, siapa sangka Istanbul yang dulu bernama
Konstatinopel berubah pesat sejak
menjadi Negara sekuler ekstrim pada 1924, mendeklarasikan diri sebagai Negara
yang memisahkan agama dengan pemerintahan dan mengusir Khalifah Abdul Majid II
yang memimpin kesultanan Utsmani untuk hengkang dari kekuasaannya dan
digantikan oleh presiden pertama Turki bernama Musthafa Kemal Pasha .
Jika kita telaah
kebelakang mengenai perjuangan kaum muslimin dalam membebaskan bumi yang dijanjikan
Allah akan ditaklukan kaum muslimin itu semakin menggeramkan hati, menyayat
qolbu hingga membakar nurani. Pemuda berparas tegap, garis wajah yang kharismatik
dengan usia kala itu 21 tahun berhasil menaklukan ibu kota Byzantium yang
terkenal dengan kehebatan tembok pengurung kota tersebut, meskipun pernah
ditembus oleh pasukan Romawi Barat dan kemudian menjarah kekayaan Romawi Timur
(Byzantium) nyatanya kejadian itu hanya sekali, lama tak terdengar kabar hingga
pada bulan Mei dengan cuaca dingin tahun 1453 Masehi atas izin Allah
Konstantinopel takluk ditangan kaum muslimin.
Bukanlah duniawi yang dikejar
oleh Muhammad Al Fatih, namun perwujudan bisyarah Rasulullah yang ia kejar,
sebagai sebaik-baik pemimpin dan pasukan, berikut adalah kutipan haditsnya :
“Konstantinopel pasti akan
ditaklukan (jatuh ke tangan kaum Muslimin) pemimpin terbaik adalah pemimpin
yang menaklukan kota itu dan pasukan terbaik adalah pasukan (yang berada di
bawah komando)-nya” (HR. Ahmad)
Penaklukan
Konstantinopel bukanlah hal yang mudah diwujudkan, usaha pertama kali dilakukan
saat kepemimpinan Khalifah Utsman Bin Affan dengan mengirim Muawiyah bin Abu
Sufyan ra bersama pasukan yang sangat besar namun gagal. Lalu sejak masa
Khilafah Bani Umayah hingga Khilafah Turki Usmani telah melakukan penyerangan
terhadap Kosntantinopel sebanyak 29 kali. Upaya keras yang dilakukan selama 825
tahun barulah Konstantinopel dapat ditaklukan tepatnya pada Pukul 3 pagi hari
Selasa, 20 Jumadil Awal 857 H/ 29 Mei 1453 M dibawah pimpinan panglima terbaik,
Sultan Muhammad Al Fatih, Khalifah Turki ke-7 dengan usia 21 tahun.
Sultan
Muhammad Al Fatih telah mencontohkan bagaimana sulitnya dalam perjuangan dan
bahagianya dalam kedekatan bersama Allah, sungguh apapun yang Allah katakan
sebagai janji pastilah terwujud meskipun mungkin bukan saat kita hidup
sekarang, peran kita adalah bagaimana caranya melahirkan generasi-generasi yang
mencintai dan takut kepada Rabb-Nya yaitu Allah ta’alla karena dengan
menanamkan sikap begitu maka tugas menginstal pemahaman islami menjadi PR besar
bagi keluarga kaum muslimin.
Abdullah bin Amr bin al-Ash
berkata :
Ketika kami sedang menulis di
sekitar Rasulullah saw, beliau bertanya “Dua kota ini, manakah yang ditaklukan
lebih dulu; Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab “ Kota Heraklius
(Konstantinopel) dibuka lebih dulu” (HR. Ahmad dan ad-Darimi)
Wahai
Kaum Muslimin, Konstantinopel telah takluk ditangan pemimpin dan pasukan
terbaik berabad-abad yang lalu, lantas apakah persiapan yang akan dilakoni
untuk penaklukan serta perwujudan bisyarah Rasulullah dengan kota kedua? Derap
langkah kaki kuda, deru mesin mesin pembantu perang, lantunan talbiah dan asma
Allah, doa-doa pasukan yang melangit, serta pekikan takbir menggema diseantero
dunia, sudah mempersiapkan apa untuk masa depan agama Allah? Ketahuilah bahwa,
bukan Allah yang membutuhkan kita tapi kita yang sangat bergantung kepada
Allah.
Bangkit! Roma menanti untuk
dikumandangkan adzan sebagaimana Kota Heraklius.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar