Rabu, 22 Februari 2017

Miracle of Brain : Keajaiban otak bag 1

Assalamu'alaikum shaliha ^^
Wahh udah lama banget semenjak update bulan januari sekarang baru update lgi :((
Maafkan, kesibukan makin numpuk dan jadwal acak adut jadinya harus nyusun dari awal. Well, good luck buat semua yaa sama karirnya ^^

Okedeh readers, pasti pada nanya deh kenapa kok gambarnya otak? Hehe geli-geli unyu yakan? Wkwk sebenernya saya tipikal orang yang suka banget sama organ satu ini, why?
Fyi, segala sesuatu sinyal di proses disini lhoo kecuali sinyal smartphone yahh itu beda lagi atuhlah:(
*back to topik*

Nah saking sukanya, enggak suka banget deng biasa aja cuman kagum --"
Nah, searching tentang fakta otak dan itu bikin tercengang, mulai dari memilah-milah memori mana yang mesti disimpan dan dibuang, kaya kenangan aku sama si doi yah gaiss *abaikan*
Ngerasa gak sih kadang kejadian kemarin aja suka lupa detail kejadiannya kaya gimana, bener apa bener? Kita samaan gaesss ciyuss:(

Ternyata yah sumbernya si 'otak' ini, thanks to God, Allah SWT karena telah meng-anugerahkan otak yang canggihnya melebihi kantong doraemon pliss, gaess kita harus ucapkan 'Alhamdulillah' dikasih otak yang masih bisa jalan *maksudnya berfungsi* yg sebagaimana mestinya :')

Gaboleh ngeluh, pliss gais di atas langit masih ada langit! Wake up! Move!

Dan intinya jangan lupa say alhamdulillah aja deh banyak-banyakin bersyukur jangan kufur nikmat oke?

Salam hangat,
Hw.22:2'17

Jumat, 06 Januari 2017

Kebusukan Utopis Sistem Kafir

assalamu'alaikum semuaaa :D



Sistem Yang Rusak Perlu Revolusi Hingga Akar
Narkoba pada dewasa ini mungkin namanya tak asing lagi kita dengar apalagi dengan banyaknya pemberitaan di media massa tentang pengungkapan kasus peredaran narkoba hingga menyelinap ketengah-tengah pemukiman masyarakat, sasarannya pun lebih dibidik kepada anak usia sekolah yang notabene belum bisa berfikir jangka panjang serta mudah masuknya pengaruh dari teman-teman sebaya yang sering kali menjadi pemicu utama meningkatnya pengguna narkoba di kalangan pelajar.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. selang beberapa tahun kemudian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus penyalahgunaan narkoba semakin mengancam anak-anak. Jumlah penggunanya  di kalangan remaja meningkat fantastis yaitu naik menjadi 14 ribu jiwa dengan rentang usia 12-21 tahun. Fakta mencengangkan diungkapkan kembali oleh kepala BNN kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Murniati mengatakan pengguna narkoba di kota itu selama 2016 didominasi oleh kalangan pelajar.
Kasus serupa yang seringkali menjerat remaja ialah Miras (Minuman Keras), selama tujuh tahun belakangan konsumsi miras dikalangan remaja meningkat tajam, jika pada 2007 berdasarkan riset kesehatan dasar departemen kesehatan jumlah remaja pengonsumsi miras di Indonesia masih diangka 4,7 %, namun pada 2014 berdasarkan hasil riset yang dilakukan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 23 % dari total jumlah remaja Indonesia yang saat ini berjumlah 63 juta jiwa atau sekitar 14,4 juta orang.
Tidak hanya itu terlalu longgarnya pengawasan peredaran miras ditoko-toko ritel kecil mengakibatkan 18.000 nyawa yang melayang akibat miras setiap tahunnya, dan sepertiganya atau 6.000 orang adalah remaja, baik karena meminum sendiri atau karena menjadi korban dibawah pengaruh minuman syetan tersebut.
Penyebaran kedua barang berbahaya itu pun semakin diperparah dengan kondisi lingkungan tempat remaja masa kini bergaul yang identik dengan pencamburbauran laki-laki dengan perempuan (ikhtilat), trend pacaran yang menjadi fenomena menghebohkan, serta kurang peka nya pemerintah terhadap persoalan yang tengah mengancam generasi muda masa kini.
Secara umum dilihat dari penyebab problematika tersebut yaitu kurangnya keimanan atau dasar pemikiran serta pemahaman islam yang tertanam dalam diri individu masing-masing terutama remaja sehingga menyebabkan bebasnya tingkah laku mereka serta pada aktifitas yang dilakukannya, ini menjadi faktor utama dalam manusia menentukan segala tindak tanduknya karena ketika ia memahami hakikat keimanan kepada Allah SWT maka ia akan menjalankan aturan Rabb nya bukan semata karena nafsunya atas kesenangan dunia yang barang sesaat saja.
Negara kita menganut sistem demokrasi sekuler (pemisahan agama dari kehidupan) dan liberal (bebas) yang katanya rakyat menjadi penguasa, kedaulatan ditangan kami serta undang-undang atas aspirasi kami, namun pada realitasnya kami hanya dijadikan simbol dalam struktural pemerintahan elit masa kini yang lebih mengagungkan kepentingan pribadi diatas kepentingan rakyat. Lantas ada apa dengan negeri ini?
Coba kita tengok sejarah kejayaan islam sebagai ideologi pada masa lalu yang diterapkan sehingga dapat menorehkan tinta emas dilangit cakrawala dunia dengan kegemilangan yang bertubi-tubi umat islam sumbangkan, apakah Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel, Ibnu Sina sebagai penulis kitab Al-Qanun tentang mata, atau bahkan Al Idrisi bapak geografi dunia apakah mereka di didik dengan istilah sekulerisme atau liberalisme, yang senantiasa menggempur dan menggilas pemikiran islam dengan sadisnya dan merontokkan pemahaman islam dalam benak kaum muslimin terutama pemudanya?
Mereka besar di lingkungan kondusif yang membawa angin segar harapan dan semangat jiwa perubahan dengan sistem yang menaunginya, contoh tersebut ialah satu dari ribuan contoh keagungan sistem islam dalam melahirkan generasi penerus.
Bukankah cita-cita terbesar negeri ini ialah merdeka dari segala bentuk penjajahan diatas dunia? Sadarilah bahwa sekulerisme dan liberalisme bagai duri berselimut daging sebagai alat dari para penjajah barat untuk merusak mental anak bangsa. Merusak moral dan etika yang sudah berabad-abad menjadi tradisi bangsa ini.
Sekalipun orang yang baik masuk kedalam sistem yang buruk maka ia akan keluar sebagai orang yang buruk, berbeda hal nya dengan orang yang baik masuk kedalam sistem yang baik maka akan melahirkan orang yang lebih baik.
Maka bisa kita pahami bahwa generasi muda yang sukses dilahirkan dari pemahaman yang mendalam tentang arti keimanan kepada Rabb nya, bukan dikungkung dengan berbagai macam pemahaman yang berseberangan dengan islam.
Nah, lalu bagaimana solusi agar generasi muda khususnya di Indonesia agar menjadi pemuda untuk perubahan masa depan negeri ini?
Mari kita berjuang mengembalikkan kehidupan islam agar bisa melahirkan generasi mutiara peradaban yang bisa menjadikkan masyarakat sejahtera dengan penerapan islam dalam segala aspek kehidupan dan menghidupkan kembali lingkungan dengan semangat juang meraih ridha Illahi.

Henti Widasari 
2 Februari 2017